Translate

Minggu, 03 Agustus 2014

RADEN SANTRI

RADEN SANTRI


Sayyid Ali Murtadho "Sunan Gisik" atau lebih dikenal Raden Santri merupakan kakak kandung Sayyid Ali Rahmatullah (Sunan Ampel). Beliau merupakan putra Syekh Maulana Ibrahim Asmarakandi dan Dewi Candrawulan (Putri Raja Campa). Beliau juga merupakan keponakan Dewi Dwarawati (Ratu Majapahit) yang merupakan istri Prabu Brawijaya.
Dalam menyebarkan agama Islam, Sayyid Ali Murtadho melakukan perjalanan dakwah ke tanah Jawa bersama ayah dan adiknya. Sebagaimana disebutkan diatas, ayah Sayyid Ali Murtadho adalah Syekh Maulana Ibrahim Asmarakandi dan adiknya bernama Sayyid Ali Rahmatullah. Diduga mereka tidak langsung ke Majapahit, melainkan mendarat di Tuban dan menyebarkan agama Islam kepada masyarakat sekitar. Akan tetapi, tepatnya di desa Gesikharjo, Syekh Maulana Ibrahim Asmarakandi jatuh sakit dan meninggal dunia, beliau dimakamkan di desa tersebut yang masih termasuk kecamatan Palang Kabupaten Tuban.
Selanjutnya Sayyid Ali Murtadho meneruskan perjalanannya, beliau berdakwah keliling ke daerah Madura disini beliau mendapat sebutan "Sunan Lembayung". Beliau juga berdakwah di Nusa Tenggara hingga ke Bima, disana beliau mendapat sebutan Raja Pandhita Bima. Banyak diantara keturunan beliau menjadi penyebar agama Islam dan juga raja baik di Madura maupun di Nusa Tenggara. Dalam rantai silsilah Raja Bima yang tercantum dalam Bo’ sangaji Kai, beserta penjelasan-penjelasannya, kita akan dibuat sedikit terkejut dengan munculnya nama-nama dan istilah islam yang disebutkan. Hal ini dapat dijumpai pada kepemimpinan Rumata Mawa’a Bilmana. Jadi sebelum Abdul Kahir I, kerajaan Bima pernah dipimpin oleh seorang Raja Muslim, yakni Sayyid Ali Murtadho sendiri. Nama beliau kurang terekam secara maknawiyah dalam dialek Bima saat itu, karena catatan mengenai beliau justru ada dalam riwayat resmi keturunan para walisongo. Dalam catatan sejarah menjelaskan bahwa beliau merupakan penyebar agama Islam pertama di Nusa Tenggara Barat yang kelak menjadi pondasi cikal bakal kerajaan Bima yang bernafaskan Islam “Ahlussunah wal Jama’ah”.
Setelah berhasil mengIslamkan daerah Madura dan Nusa Tenggara yang masyarakatnya semula kental suasana Budha dan Hindhu, Sayyid Ali Murtadho diminta kembali ke Gresik. Pada 9 April 1419 Syekh Maulana Malik Ibrahim Wafat, beliau menggatikan peran Syekh Maulana Malik Ibrahim sebagai imam penyebaran Islam di Gresik. Beliau berdakwah di Gresik mendapat beberapa sebutan yakni “Raja Pandhita Wunut” serta sebutan yang sangat melekat dan banyak dikenal masyarakat adalah “Raden Santri”. 
Raden Santri” menikah dengan Rara Siti Taltun atau RA. Madu Retno binti Aryo Baribin dan mempunyai 4 anak bernama Usman Haji (Sunan Ngudung) , Haji Usman, Nyai Gede Tundo, dan Ali Musytar. selanjutnya Usman Haji setelah dewasa meminang putri Tumenggung Wilwatikta dan mempunyai anak bernama Amir Haji atau Dja’far Sodiq atau (Sunan Kudus), dan Dewi Sujinah. Haji Usman menikah dengan Siti Syari’at mempunyai anak bernama Amir Hasan (Sunan Manyuran). Sedangkan Nyai Gede Tundo menikah dengan Kholifah Husain (Sunan Kertoyoso) mempunyai anak Kholifah Suhuroh. Selain Rara Siti Taltun, Raden Santri juga menikah dengan Dyah Retno Maningjum Binti Arya Tejo.
Raden Santri wafat pada tahun 1317 Saka / 1449 M atau bertepatan dengan 15 Muharam abad ke-8 Hijriyah. Haul beliau diperingati setiap tanggal 15 Muharram. Beliau dimakamkan di desa Bedilan, kecamatan Gresik, kabupaten Gresik. Makam beliau hanya berjarak 100 M utara Alon-alon Gresik, atau hanya berjarak 200 M utara makam Syekh Maulana Malik Ibrahim.

SILSILAH  “RADEN SANTRI”

1.            Sayyid Ali Murtadho “RADEN SANTRI” bin
2.            Maulana Ibrahim Asmarakandi bin
3.            Syaikh Jumadil Qubro / Jamaluddin Akbar Khan bin
4.            Ahmad Jalaludin Khan bin
5.            Abdullah Khan bin
6.            Abdul Malik Al-Muhajir (Nasrabad,India) bin
7.            Alawi Ammil Faqih (Hadhramaut) bin
8.            Muhammad Sohibul Mirbath (Hadhramaut)
9.            Ali Kholi' Qosam bin
10.         Alawi Ats-Tsani bin
11.         Muhammad Sohibus Saumi'ah bin
12.         Alawi Awwal bin
13.         Ubaidillah bin
14.         Ahmad al-Muhajir bin
15.         Isa Ar-Rumi bin
16.         Muhammad An-Naqib bin
17.         Ali Uraidhi bin
18.         Ja'far ash-Shadiq bin
19.         Muhammad al-Baqir bin
20.         Ali Zainal Abidin bin
21.         Imam Husain bin
22.         Ali bin Abi Thalib dengan Fatimah az-Zahra bin
23.         NABI MUHAMMAD SAW


-Wahyu Firmansyah-
@Fireboysyah

Sumber :
Penuturan Juru Kunci “Bapak Syahroni”
Cerita Sejarawan Gresik “KH Mukhtar Jamil”
Cerita dari sesepuh masyarakat asli sekitar makam Raden Santri

Dikelolah dari berbagai data

0 komentar:

Posting Komentar